Dispersip Banjar Tetapkan 18 Nominasi Lomba Arsip Foto 2026, Enam Pemenang Diumumkan 17 November

  • Whatsapp

MARTAPURA, KOMFIRMASI.COM Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar menetapkan 18 karya sebagai nominasi Lomba Arsip Foto 2026 dari total 200 karya yang masuk. Sebanyak enam pemenang dijadwalkan diumumkan pada 17 November 2026.

Ke-18 karya nominasi tersebut berasal dari 15 peserta yang berhasil melewati proses penilaian. Lomba ini mengangkat enam tema yang merekam identitas Kabupaten Banjar, mulai dari budaya dan sejarah hingga kehidupan ekonomi, religi, dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Enam tema yang diusung meliputi Warna Budaya, Kilau Intan, Banjar Bersejarah, Cahaya Banjar, Wajah Banjar, dan Banjar Lestari.

Tema Warna Budaya menampilkan tradisi masyarakat, seperti Aruh Ganal dan Makan Batalam. Sementara itu, tema Kilau Intan mengangkat aktivitas ekonomi lokal, termasuk Pasar Terapung Lok Baintan dan kegiatan pengrajin tradisional di Pasar Batuah Martapura.

Adapun tema lainnya merekam bangunan bersejarah, kehidupan religi, wajah masyarakat, serta kekayaan alam Kabupaten Banjar.

Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Hj. Kencana Wati, mengatakan penilaian lomba tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga mempertimbangkan aspek kearsipan sebagai salah satu kriteria utama dalam menentukan karya terbaik.

Menurutnya, foto yang terpilih harus memenuhi kelayakan untuk disimpan sebagai arsip statis sehingga dapat menjadi memori kolektif daerah sekaligus sumber informasi bagi generasi mendatang.

“Fokus utama penilaian kearsipan adalah kelayakan foto tersebut untuk dijadikan arsip statis dan memori kolektif daerah sekaligus sumber informasi bagi generasi mendatang,” kata Kencana, Selasa (27/10/2026).

Proses penjurian telah berlangsung pada 9 Oktober 2026. Penilaian dilakukan dengan memadukan aspek kearsipan dan teknis fotografi yang melibatkan dua juri fotografer asal Kalimantan Selatan.

Arsiparis Ahli Muda pada Bidang Kearsipan Dispersip Kabupaten Banjar, Mira Puspita Sutera, menjelaskan bahwa aspek teknis fotografi yang dinilai meliputi posisi pengambilan gambar, sudut pandang atau angle, serta pencahayaan.

“Perpaduan kedua aspek ini bertujuan memastikan foto tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai dokumentasi,” ujar Mira.

Melalui pendekatan tersebut, foto-foto yang dihasilkan diharapkan mampu merekam kondisi bangunan bersejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat secara autentik. Dokumentasi ini dinilai penting untuk menjaga rekam jejak daerah, terutama apabila objek atau tradisi yang diabadikan mengalami perubahan seiring waktu.

Antusiasme masyarakat terhadap lomba ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 66 orang. Pendaftaran dibuka sejak 1 Januari dan ditutup pada 2 Oktober 2026.

Dari hasil seleksi, tiga peserta berhasil meloloskan masing-masing dua karya ke dalam daftar 18 nominasi. Hal ini menunjukkan bahwa sejumlah peserta mampu menghasilkan lebih dari satu karya yang dinilai layak bersaing.

Mira menambahkan, setelah melalui tahapan penilaian pada Oktober 2026, proses seleksi kini memasuki tahap penetapan enam pemenang.

“Hasil akhir lomba tersebut akan diumumkan pada 17 November 2026. Keenam karya terpilih akan menempati posisi Juara 1, 2, dan 3 serta Harapan 1, 2, dan 3,” tandasnya.

Melalui Lomba Arsip Foto 2026, Dispersip Kabupaten Banjar berharap semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam mendokumentasikan kekayaan budaya, sejarah, dan kehidupan daerah. Selain menjadi ajang kreativitas fotografi, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat pelestarian arsip visual sebagai warisan informasi bagi generasi mendatang.

Pos terkait