Pola reaktif harus berubah, DPRD Banjar telankan sistem pencegahan karhutla sejak dini

  • Whatsapp

MARTAPURA, Pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini lebih banyak berfokus pada pemadaman setelah api muncul, dinilai tidak lagi memadai.

DPRD Kabupaten Banjar mendesak pemerintah daerah mengubah strategi, mulai membangun sistem pencegahan yang terencana dan berkelanjutan guna menekan risiko kebakaran sejak awal.

banner 300600

 

Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar bersama lintas sektor dan dinas terkait, Selasa (1/9/2026).

Rapat ini sekaligus menjadi wadah evaluasi menyeluruh atas penanganan karhutla serta kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.

Ketua Komisi I DPRD Banjar, Amiruddin, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menekan titik api.

Namun dia menegaskan, jika pola kerja hanya bergerak saat kebakaran sudah terjadi, persoalan ini akan terus berulang setiap tahun.

“Kita butuh peta jalan yang jelas, mulai dari pemetaan wilayah rawan, penguatan mitigasi, kesiapan personel, hingga ketersediaan sarana dan prasarana.

Penanganan tidak boleh hanya muncul saat keadaan sudah darurat,” tegas Amiruddin.

DPRD juga menyoroti keterbatasan yang dimiliki BPBD Kabupaten Banjar, baik dari segi jumlah personel maupun sarana pendukung di tengah wilayah yang cukup luas.

Oleh karena itu, peran damkar swasta dan relawan, termasuk yang tergabung dalam Buser 690 bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dinilai sangat vital sebagai penopang di lapangan.

Meski demikian, pemerintah diminta tetap memperkuat kapasitas institusinya sendiri dan tidak menggantungkan pada unsur pendukung.

Amiruddin menegaskan pentingnya kejelasan komando: BPBD tetap menjadi leading sector sekaligus pemegang kendali posko bencana, sementara damkar swasta dan relawan bergerak dalam satu koordinasi agar respons di lapangan lebih cepat dan efektif.

DPRD berharap evaluasi tahun ini menjadi dasar perbaikan menyeluruh. Ke depannya, penanganan karhutla tidak lagi sekadar berpacu dengan api, melainkan mampu mengurangi potensi kebakaran sejak dini melalui pencegahan yang matang dan berkelanjutan.*

Pos terkait