Cegah Kekerasan dan Perundungan, 37 PAUD Kertak Hanyar Teken MoU Ramah Anak

  • Whatsapp

KERTAK HANYAR – ​Sebanyak 37 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Kertak Hanyar secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) sebagai bagian dari proses standarisasi Taman Asuh Ramah Anak (TARA) dan Sekolah Ramah Anak (SRA), Rabu (19/8/2026).

​Penandatanganan MOU ini menjadi langkah krusial dalam membangun komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.

banner 300600

​Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar Hj Erny Wahdini menekankan pentingnya payung hukum dan komitmen tertulis ini sebagai langkah preventif awal dalam melindungi anak-anak sejak usia dini.

​”Penandatanganan MOU ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan benteng pertahanan utama kita dalam mencegah terjadinya kekerasan pada anak. Melalui standarisasi TARA dan SRA, kita memastikan setiap PAUD memiliki sistem perlindungan yang jelas dan berperspektif hak anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPPA) Dyah Febria Wardhani menjelaskan, penerapan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pengelola satuan pendidikan, orang tua, pemerintah kecamatan dan desa, hingga masyarakat.

Ia berharap penandatanganan MoU tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan penerapan nyata di masing-masing PAUD. Mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana yang ramah anak, pencegahan kekerasan, penguatan pola pengasuhan, hingga membangun mekanisme pelaporan apabila terjadi persoalan yang menyangkut anak.

​Hal senada juga disampaikan Kasi Kurikulum Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar bahwa standarisasi ramah anak ini akan diintegrasikan langsung ke dalam tata kelola pembelajaran dan lingkungan sekolah.

​”Standarisasi TARA dan SRA ini menuntut integrasi antara kurikulum pembelajaran dan lingkungan sekolah yang kondusif. Kami ingin memastikan proses belajar di 37 PAUD ini berjalan tanpa intimidasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya,” pungkasnya.

Pos terkait