BANJAR, – Usai kemarin menyasar Kecamatan Martapura, kali ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar kembali melaksanakan Monev Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kecamatan Martapura Timur, Kamis (18/6/2026) pagi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar Hj Erny Wahdini diwakili Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Merilu Ripner didampingi Kasi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPPA) Dr. Dyah Febria Wardhani.

Merilu Ripner mengatakan anak adalah aset terbesar bangsa, penentu masa depan Kabupaten Banjar. Menurutnya, menjamin perlindungan, pemenuhan hak, serta tumbuh kembang anak yang optimal bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif semua elemen.
“Oleh karena itu, kehadiran PATBM sebagai sebuah gerakan pemenuhan hak dan perlindungan anak yang dikelola oleh masyarakat dari, oleh dan untuk masyarakat di tingkat desa/kelurahan, menjadi ujung tombak yang sangat krusial,” ujarnya.
Ia juga sangat mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus PATBM di Kecamatan Martapura Timur yang selama ini telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya secara sukarela demi menjaga anak-anak dari tindak kekerasan, pelecehan, penelantaran, maupun eksploitasi.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan hari ini, bukan hanya dinilai sebagai bentuk intervensi yang kaku atau formalitas administratif semata. Namun ini merupakan momentum untuk melihat kembali sejauh mana efektivitas program kerja yang telah berjalan di masing-masing desa.
Selain itu, mengidentifikasi kendala dan tantangan nyata yang dihadapi di lapangan serta merumuskan solusi bersama agar fungsi pencegahan dan penanganan kasus anak ditingkat basis masyarakat dapat berjalan lebih responsif dan integratif.
“Kecamatan Martapura Timur memiliki karakteristik wilayah dan sosial budaya yang khas. Semoga, melalui Monev ini, PATBM mampu melahirkan inovasi-inovasi perlindungan anak yang berbasis kearifan lokal, sehingga pesan-pesan perlindungan anak dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat luas,” harapnya.
Lebih jauh, ia juga meminta dukungan penuh dari camat dan para pambakal untuk terus mengawal, memfasilitasi, dan menganggarkan melalui dana desa guna keberlanjutan program PATBM ini.
“Mari kita jadikan evaluasi hari ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih baik lagi ke depan. Mari kita kuatkan komitmen, rapatkan barisan, demi mewujudkan Kabupaten Banjar yang Ramah Anak dan mewujudkan generasi emas yang berakhlak mulia, cerdas, serta tangguh,” tutupnya. (MC_Ackwr)







