Ponpes RMA Gelar Silaturrahmi, Gus Salam Tekankan Keteladanan Ulama

  • Whatsapp

BANJARBARU, – Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muta’allimin Annahdliyah (Ponpes RMA) Guntung Manggis, Banjarbaru Gus Muhari menggelar silaturrahmi dan Ngaji Kitab bersama IKAPPMAM Kalimantan, di Aula Ponpesnya, Minggu (26/4/2026) pagi.

Silaturrahmi ini menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib yang dihadiri dzurriyah, pengasuh, masyayikh dan alumni Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

banner 300600

Dalam kajian Kitab Kifayatul Atqiya, KH Abdussalam Shohib mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk menyambungkan sanad keilmuan kepada KH Hasyim Asy’ari.

Gus Salam sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa kitab Kifayatul Atqiya merupakan karya ulama besar Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi, yang juga merupakan salah satu guru KH Hasyim Asy’ari.

“Dengan mengaji kitab ini, sanad keilmuan kita tersambung kepada para ulama. Ini yang disebut muttasil,” ujarnya.

Ia menyebut, kitab tersebut memuat ajaran tasawuf yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tantangan utama bukan pada memahami isi kitab, melainkan pada konsistensi dalam mengamalkannya.

Meski tidak mudah, Gus Salam mengingatkan jemaah untuk tidak berputus asa. Menurutnya, meneladani kehidupan ulama secara sempurna memang sulit, tetapi upaya untuk mendekati keteladanan tersebut sudah merupakan langkah yang baik.

“Minimal kita berikhtiar untuk mendekati, itu sudah sangat baik,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan keikhlasan dalam setiap ibadah. Menurutnya, amalan yang dilakukan secara rutin seharusnya melahirkan kerendahan hati, bukan justru menumbuhkan rasa bangga diri.

“Semakin sering beribadah, seharusnya membuat kita semakin rendah hati,” tambahnya.

Selain itu, Gus Salam juga mengangkat kisah Perang Badar sebagai teladan tentang kesungguhan dan keteguhan dalam berjuang. Menurutnya, kemuliaan para pejuang Badar lahir dari keberanian dan kesungguhan mereka meski dalam keterbatasan.

“Kemenangan sejati bukan hanya pada hasil, tetapi saat seseorang berani memulai dan bersungguh-sungguh dalam perjuangan,” tutupnya.

Diketahui, Gus Salam merupakan cucu dari KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, serta aktif dalam kepengurusan organisasi keagamaan di tingkat nasional dan daerah.

Pos terkait