Pemkab Banjar genjot realisasi anggaran bonus atlet

  • Whatsapp

Pemerintah Kabupaten Banjar menyelenggarakan apel kerja gabungan di halaman Kantor Bupati Banjar pada Senin (6/4/2026).

KEGIATAN ini bertujuan untuk membangkitkan semangat seluruh aparatur dalam mempercepat pelaksanaan program kerja di Tahun Anggaran 2026.

banner 300600

 

Dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, apel tersebut diikuti oleh perwakilan dari berbagai instansi, dengan petugas utama berasal dari Dinas Sosial P3AP2KB.

Dalam arahannya, Rakhmat menyampaikan pesan resmi dari Bupati Banjar mengenai pentingnya menyelaraskan penggunaan anggaran dengan target kinerja yang telah ditetapkan.

Hingga akhir triwulan pertama tahun ini, realisasi belanja daerah baru mencapai 16,50 persen dan pendapatan daerah di angka 22,65 persen.

Angka ini dinilai masih di bawah target yang diharapkan. Oleh karena itu, seluruh instansi diminta untuk segera mempercepat pelaksanaan anggaran sesuai aturan yang berlaku, serta menjamin penggunaan dana berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.

Target yang ditetapkan untuk triwulan kedua adalah minimal 50 persen untuk belanja pegawai serta barang dan jasa, dan 40 persen untuk belanja modal.

Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada Dinas Sosial P3AP2KB yang telah berhasil memenuhi 100 persen target Standar Pelayanan Minimal tahun 2025 serta mendapatkan predikat sangat baik dalam penilaian pelayanan publik.

Pemerintah berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan melalui inovasi baru, serta memastikan program perlindungan sosial berjalan dengan tepat sasaran dan transparan bagi kelompok yang membutuhkan.

Di penghujung acara, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus, didampingi Ketua KORMI Kabupaten Banjar, Fauzan Asniah, menyerahkan hadiah penghargaan kepada para pegiat olahraga yang berprestasi dalam ajang FORDA VII Kalimantan Selatan 2025.

 

Beberapa penerima hadiah antara lain Ely Shopa dari Asosiasi Instruktur Aerobik & Fitness Indonesia yang menerima Rp 4.000.000 atas medali emasnya, serta Sutarno dari Persatuan Bola Sundul Seluruh Indonesia yang mendapatkan Rp 3.000.000 atas medali peraknya.

Sementara itu, kategori terbanyak diberikan kepada Wijayanti Martina Shella dengan hadiah Rp13.000.000 dan Federasi Karate Tradisional Indonesia dengan hadiah Rp 59.000.000.

Pos terkait