Astambul, – Kecamatan Astambul merupakan salah satu wilayah terdampak banjir, Bupati Banjar Saidi Mansyur meninjau langsung sejumlah desa terdampak, Rabu (31/12/2025). Sekitar 22 desa yang terdampak, Desa Pasar Jati dan Jati Baru menjadi wilayah dengan dampak paling luas akibat tingginya genangan air.
Pada kunjungannya, Bupati Banjar menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga, dan disalurkan kepada aparat Desa.

“Dua desa ini merupakan yang paling besar terdampak, meskipun pada dasarnya seluruh desa di Astambul terkena dampak banjir,” ujar Saidi Mansyur.
Bupati Banjar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan genangan.
“Mengingat siklus air bisa naik maupun turun, Masyarakat harus awas terhadap kelistrikan dan barang elektronik lainnya,” imbaunnya.
Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan siklus tahunan akibat curah hujan tinggi, yang pada tahun ini terjadi dua kali, yakni pada Januari dan Desember.
“Tahun ini curah hujan memang cukup tinggi. Kami berharap hujan tidak turun lagi dan masyarakat tetap waspada,” katanya.
Menanggapi permintaan warga terkait kebutuhan air bersih untuk memasak, pemerintah daerah berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Jika diperlukan, distribusi air bersih akan dilakukan.
Terkait potensi banjir susulan di wilayah hilir seperti Mungguraya, Bupati menjelaskan bahwa kenaikan air memang bervariasi dari hulu ke hilir. Desa Mungguraya diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan genangan terlama.
Pemerintah Kabupaten Banjar telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Bupati memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk memaksimalkan penyaluran logistik, serta membuka dapur umum di sejumlah titik yang membutuhkan.
Untuk penanganan pasca banjir, Dinas Pekerjaan Umum juga diminta melakukan pendataan terhadap dampak banjir, termasuk kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur.
“Bencana banjir ini tidak hanya terjadi di 6 sampai 7 kecamatan, tetapi mencapai 16 kecamatan dengan tingkat genangan yang berbeda-beda,” jelasnya.
Melalui koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, camat, dan kepala desa, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen memberikan perlindungan sosial, menjaga keamanan, serta memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir. (Bjr/Akm)







