MARTAPURA, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar mengusulkan peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) pada periode anggaran 2026-2027.
LANGKAH ini diambil setelah melihat realisasi PAD 2025 yang hanya mencapai 70 persen, meskipun potensi pasar masih sangat luas.

Wakil Ketua Komisi II sekaligus Ketua KNPI Banjar, Rahmat Saleh, menyampaikan bahwa Perumda PBB memiliki riwayat baik dalam memenuhi target di tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, target mendatang perlu disesuaikan agar lebih sesuai dengan peluang yang ada di lapangan.
“Alhamdulillah, sebelumnya mereka selalu mencapai target. Semoga tahun ini juga bisa tercapai penuh meskipun sisa waktunya hanya satu bulan lebih,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).
Dalam waktu dekat, Komisi II akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Perumda PBB untuk membahas proyeksi pendapatan.
Pada rapat tersebut, akan diusulkan target PAD sebesar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar untuk tahun depan.
Rahmat juga menekankan bahwa kendala teknis seperti kurangnya armada operasional tidak boleh menjadi penghambat.
Menurutnya, Perumda PBB telah menyatakan kepercayaan diri dapat menutup kekurangan PAD pada sisa tahun ini melalui intensitas kunjungan ke lapangan yang lebih tinggi.
Selain itu, Komisi II menolak pandangan bahwa pengelolaan Pasar Pondok Pesantren Sekumpul (PPS Sekumpul) yang kini menjadi aset daerah bisa menyebabkan penurunan pendapatan.
Sebaliknya, status aset daerah tersebut seharusnya menambah kontribusi PAD.
“Jangan jadikan PPS Sekumpul sebagai alasan. Sebelumnya dikelola luar, sekarang sudah milik kita pasti harus bertambah, bukan berkurang,” sambungnya.
Komisi II memastikan akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap Perumda PBB agar kontribusi PAD dari sektor pasar dapat dimaksimalkan di masa mendatang.







